Surakarta, 23–26 Juni 2026 – Sebanyak enam pustakawan UPT Perpustakaan UIN Walisongo Semarang mengikuti rangkaian kegiatan 2nd Annual Conference of APPTIS 2026 yang diselenggarakan di UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini menjadi ajang penguatan kompetensi, pengembangan jejaring profesi, serta berbagi pengetahuan dan inovasi di bidang perpustakaan bagi pustakawan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pada hari pertama, Selasa (23 Juni 2026), para peserta mengikuti Seminar Internasional APPTIS yang mengangkat tema transformasi perpustakaan akademik di era Artificial Intelligence (AI) dan penguatan riset PTKI. Seminar menghadirkan narasumber nasional maupun internasional yang membahas perkembangan teknologi kecerdasan buatan dalam layanan perpustakaan, peran perpustakaan sebagai mitra strategis penelitian, penguatan literasi digital, serta tantangan yang dihadapi pustakawan dalam menjaga kualitas layanan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Seminar ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya kolaborasi antarperpustakaan dan pemanfaatan AI secara bijaksana untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Rabu (24 Juni 2026), kegiatan dilanjutkan dengan Call for Paper yang menjadi wadah diseminasi hasil penelitian pustakawan, akademisi, dan praktisi informasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sebanyak 14 paper dipresentasikan dalam dua ruang paralel, yaitu Ruang A dan Ruang B, dengan total 44 presenter. Berbagai penelitian yang dipaparkan mengangkat tema pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pengembangan perpustakaan, smart library, literasi informasi, bibliometrik, kualitas layanan perpustakaan, komunikasi pustakawan, digital forensik, hingga tata kelola perpustakaan berbasis data. Pada sesi diskusi, para reviewer juga memberikan berbagai masukan konstruktif, seperti pentingnya penggunaan referensi ilmiah lima tahun terakhir, penguatan metodologi penelitian, serta konsistensi pendekatan penelitian agar kualitas publikasi pustakawan semakin meningkat.

Masih pada hari yang sama, peserta mengikuti Sharing Session yang menghadirkan inovasi Library Assistant Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Akses Literatur Akademik dari UPT Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta, inovasi yang berhasil meraih Juara 1 Academic Library Innovation Award (ALIA) 2025 tingkat Jawa Tengah. Inovasi tersebut dipresentasikan oleh Triningsih, Lailia Muyasaroh, dan Joko Susilo yang menjelaskan proses pengembangan layanan berbasis AI untuk memudahkan mahasiswa dan dosen dalam menemukan literatur akademik secara cepat, mudah, dan sesuai konteks kebutuhan informasi.

Sesi sharing berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai pengembangan sistem AI, di antaranya biaya langganan server, mekanisme penggunaan jalur khusus menuju layanan ChatGPT, penerapan AI pada repositori institusi, hingga tingkat keakuratan jawaban yang dihasilkan sistem. Tim pemateri menjelaskan bahwa Library Assistant menggunakan layanan server khusus yang terintegrasi dengan model AI sehingga mampu memberikan respons yang cepat dan stabil. Mengenai biaya langganan, dijelaskan bahwa besarannya disesuaikan dengan kapasitas layanan yang dibutuhkan institusi. Sementara itu, untuk menjaga keakuratan informasi, sistem hanya memanfaatkan sumber data yang berasal dari koleksi dan repositori perpustakaan yang telah diverifikasi sehingga informasi yang diberikan lebih relevan dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Pada hari ketiga, Kamis (25 Juni 2026), peserta mengikuti workshop bertajuk pemanfaatan Artificial Intelligence untuk analisis data perpustakaan yang disampaikan oleh Irhamni Ali, Ph.D. Workshop ini memperkenalkan penggunaan Google Colaboratory (Google Colab) sebagai platform analisis data berbasis Python yang dipadukan dengan Gemini AI dan Hugging Face. Peserta diajak mempraktikkan bagaimana AI dapat membantu menghasilkan kode program, membersihkan data (data cleaning), melakukan analisis statistik, membuat visualisasi data, hingga menyusun interpretasi hasil analisis secara lebih cepat dan efisien. Selain itu, narasumber juga mendemonstrasikan pemanfaatan model AI dari Hugging Face untuk analisis teks (Natural Language Processing), klasifikasi dokumen, serta berbagai penerapan AI yang dapat mendukung penelitian maupun pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan perpustakaan.

Setelah workshop, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APPTIS 2026 yang membahas evaluasi program kerja organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan APPTIS ke depan. Rakernas menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan advokasi profesi pustakawan, peningkatan kompetensi melalui Uji Kompetensi (UKOM), pengembangan riset kolaboratif, optimalisasi teknologi informasi, penguatan jejaring antarperpustakaan PTKI, serta pembangunan ekosistem kepustakawanan berbasis kolaborasi dan data. Rakernas juga membahas pengembangan platform digital APPTIS sebagai pusat integrasi data pustakawan dan perpustakaan PTKI di Indonesia.

Rangkaian 2nd Annual Conference of APPTIS 2026 ditutup pada Kamis (25 Juni 2026) dengan penyampaian hasil konferensi, rekomendasi Rakernas, serta komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi antarperpustakaan perguruan tinggi keagamaan Islam. Seluruh peserta sepakat bahwa transformasi perpustakaan di era digital harus didukung oleh peningkatan kompetensi pustakawan, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara bertanggung jawab, budaya riset yang kuat, serta inovasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan pemustaka.

Pada hari keempat, Jumat (26 Juni 2026), rangkaian 2nd Annual Conference of APPTIS 2026 ditutup dengan kegiatan Cultural Visit yang diikuti seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya APPTIS untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi lokal Kota Surakarta kepada para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain sebagai sarana rekreasi setelah mengikuti rangkaian seminar, Call for Paper, workshop, sharing session, dan Rakernas, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta membangun jejaring antarpustakawan dalam suasana yang lebih santai dan akrab. Melalui Cultural Visit, para peserta berkesempatan mengenal lebih dekat nilai-nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal Surakarta sebagai salah satu kota budaya di Indonesia, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi yang telah terbangun selama pelaksanaan konferensi.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian 2nd Annual Conference of APPTIS 2026, enam pustakawan UIN Walisongo Semarang membawa pulang berbagai pengalaman, wawasan, dan jejaring profesional yang diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan layanan UPT Perpustakaan UIN Walisongo. Berbagai materi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence, analisis data menggunakan Google Colaboratory, Gemini AI, dan Hugging Face, hasil penelitian pustakawan, penguatan organisasi profesi, hingga inovasi layanan perpustakaan berbasis teknologi menjadi bekal berharga dalam mendukung transformasi perpustakaan yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan sivitas akademika. Keikutsertaan dalam forum nasional ini juga menjadi wujud komitmen UPT Perpustakaan UIN Walisongo untuk terus meningkatkan kompetensi pustakawan, memperluas kolaborasi, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *