Semarang – UPT Perpustakaan UIN Walisongo Semarang menerima kunjungan studi banding dari Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di UPT Perpustakaan UIN Walisongo ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam mempersiapkan akreditasi perpustakaan perguruan tinggi sekaligus memperkuat kerja sama antarlembaga.
Rombongan Perpustakaan UNIMUS disambut oleh Kepala UPT Perpustakaan UIN Walisongo Semarang beserta jajaran pustakawan. Kegiatan diawali dengan sambutan dari kedua belah pihak yang menegaskan pentingnya kolaborasi antarpustakawan dalam meningkatkan mutu pengelolaan perpustakaan serta mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam sesi diskusi, Perpustakaan UNIMUS menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah mempelajari strategi dan tahapan yang diterapkan UPT Perpustakaan UIN Walisongo Semarang dalam mempersiapkan akreditasi perpustakaan. Selain itu, rombongan juga ingin memperoleh gambaran mengenai pengelolaan dokumen, pembentukan tim akreditasi, hingga praktik-praktik yang dinilai efektif dalam memenuhi instrumen penilaian akreditasi.
Menanggapi hal tersebut, tim UPT Perpustakaan UIN Walisongo menjelaskan bahwa persiapan akreditasi bukanlah kegiatan yang dilakukan menjelang asesmen semata, melainkan proses yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Seluruh program dan kegiatan perpustakaan didokumentasikan sejak awal sehingga menghasilkan eviden yang lengkap dan siap digunakan dalam proses akreditasi.
Pembahasan kemudian difokuskan pada Komponen 6 Akreditasi Perpustakaan, yaitu aspek pengelolaan perpustakaan yang meliputi koleksi, layanan, sarana prasarana, promosi, anggaran, serta sumber daya manusia. Tim UIN Walisongo memaparkan pentingnya pembentukan tim akreditasi yang memiliki pembagian tugas yang jelas pada setiap komponen penilaian agar proses pengumpulan data, penyusunan dokumen, verifikasi, hingga evaluasi dapat berjalan secara efektif dan terkoordinasi.
Selain itu, dijelaskan pula berbagai dokumen pendukung yang dipersiapkan dalam akreditasi, seperti struktur organisasi, Surat Keputusan pengangkatan kepala perpustakaan, uraian tugas pegawai, Rencana Strategis (Renstra), program kerja tahunan, Standar Operasional Prosedur (SOP), laporan kegiatan, laporan tahunan, serta dokumen monitoring dan evaluasi. Tim UIN Walisongo menegaskan bahwa seluruh program kerja harus selaras dengan visi, misi, dan tujuan institusi serta didukung oleh bukti pelaksanaan yang terdokumentasi secara sistematis.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari tim UNIMUS mengenai mekanisme penyusunan dokumen akreditasi, teknik pengelompokan eviden sesuai indikator penilaian, strategi pembagian tugas antaranggota tim, hingga pengalaman menghadapi asesmen lapangan. UPT Perpustakaan UIN Walisongo juga membagikan pengalaman dalam membangun budaya dokumentasi sebagai salah satu kunci keberhasilan akreditasi. Setiap kegiatan, layanan, kerja sama, pelatihan, maupun evaluasi selalu didokumentasikan dalam bentuk administrasi, laporan, berita kegiatan, dokumentasi foto, serta arsip digital sehingga memudahkan penyusunan eviden.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan, UPT Perpustakaan UIN Walisongo juga menyampaikan pentingnya pelaksanaan evaluasi internal secara berkala untuk memastikan kesiapan setiap komponen penilaian. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam melakukan berbagai perbaikan sebelum pelaksanaan asesmen sehingga seluruh indikator dapat dipenuhi secara optimal.
Pada kesempatan yang sama, kedua institusi juga melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pengelolaan perpustakaan. Ruang lingkup kerja sama meliputi peningkatan kompetensi pustakawan, pengembangan layanan perpustakaan, pertukaran informasi, pelaksanaan kegiatan akademik, serta berbagai program profesional lainnya yang saling mendukung.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan library tour yang dipandu oleh pustakawan UPT Perpustakaan UIN Walisongo Semarang. Rombongan diajak mengunjungi berbagai fasilitas dan layanan perpustakaan, mulai dari layanan sirkulasi, ruang referensi, ruang koleksi, ruang baca, repository institusi, layanan teknologi informasi, ruang diskusi, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya. Dalam kesempatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai alur pelayanan, pemanfaatan teknologi informasi, serta berbagai inovasi layanan yang diterapkan untuk mendukung kebutuhan sivitas akademika.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan baik antara kedua institusi. Melalui kunjungan studi banding ini diharapkan terbangun kolaborasi yang berkelanjutan antara UPT Perpustakaan UIN Walisongo Semarang dan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Semarang dalam mengembangkan praktik-praktik terbaik pengelolaan perpustakaan serta meningkatkan kualitas layanan kepada pemustaka.
