Semarang – Walisongo Center UIN Walisongo Semarang menerima kunjungan akademik dari Tim Peneliti Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB di Walisongo Center Perpustakaan UIN Walisongo ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri atas pengelola Walisongo Center, pustakawan, serta tim peneliti dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan kajian lapangan dalam rangka penelitian mengenai budaya Ngigang (Ngaji Ilmu dan Dagang) yang berkembang di sebagian masyarakat Bandung dan budaya Gusjigang (Bagus Akhlak, Ngaji Ilmu, dan Dagang) yang menjadi karakter masyarakat Kudus. Hasil penelitian tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Peneliti Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Samsudin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pengelola Walisongo Center yang telah menerima kunjungan tim peneliti dengan sangat baik.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk melakukan kajian lapangan di Walisongo Center. Kehadiran kami bertujuan menggali informasi mengenai nilai-nilai budaya dan manuskrip yang berkaitan dengan tradisi keilmuan Islam sebagai bagian dari penelitian kami. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan khazanah keilmuan dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terakreditasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengelola Walisongo Center, Dr. Anasom, M.Ag., memaparkan sejarah berdirinya Walisongo Center beserta proses pengembangan koleksinya. Beliau menjelaskan bahwa koleksi yang dimiliki diperoleh melalui berbagai upaya penelusuran dan pengadaan manuskrip dari berbagai daerah. Koleksi tersebut mencakup manuskrip yang berkaitan dengan dakwah para Wali Songo hingga karya-karya ulama besar, termasuk Mbah Sholeh Darat.

Selain menjelaskan sistem pengelolaan koleksi dan tata letak manuskrip, Dr. Anasom juga menyampaikan rencana penguatan sumber daya manusia di Walisongo Center dengan hadirnya tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang manuskrip dan telah menyelesaikan studi di Leiden, Belanda.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung hangat. Dalam diskusi tersebut, Dr. Samsudin mengangkat pembahasan mengenai kultur politik masyarakat Bandung yang cenderung memilih pemimpin beragama Islam. Menanggapi hal tersebut, Dr. Anasom mengaitkan fenomena tersebut dengan pandangan Mbah Sholeh Darat mengenai identitas dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat pada masa kolonial, sehingga memperkaya perspektif akademik yang sedang dikaji oleh tim peneliti.

Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti kegiatan observasi manuskrip di ruang koleksi Walisongo Center. Pada sesi ini, Dr. Anasom memperkenalkan sejumlah manuskrip koleksi unggulan, menjelaskan latar belakang penulis, kandungan naskah, serta nilai historis dan keilmuan yang terkandung di dalamnya. Kegiatan observasi ini memberikan pengalaman langsung kepada para peneliti dalam mengenal kekayaan manuskrip Islam yang menjadi salah satu aset penting Walisongo Center.

Melalui kunjungan ini diharapkan terjalin kerja sama akademik yang semakin erat antara UIN Walisongo Semarang dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam penelitian, pelestarian manuskrip, dan pengembangan khazanah keilmuan Islam di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *